Tampilkan postingan dengan label guru les matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru les matematika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

KECERDASAN DAN GAYA BELAJAR ANAK | guru les privat matematika sd smp sma


GURU PRIVAT MATEMATIKA KE RUMAH, LES PRIVAT MATEMATIKA, GURU LES MATEMATIKA SD SMP SMA

Kenali Kecerdasan dan Gaya Belajar Anak Anda



Anak adalah arah terindah dari sang maha pencipta sebagai mutiara terbaik lentera penerang kehidupan bagi setiap keluarga. Hal yang paling berharga adalah bagaimana buah hati kita memiliki kesuksesan dalam menjalani keseharian sebagai manusia yang berakhlaq mulia berguna bagi agama, keluarga dan Negara. Bahkan terpenting dari semua itu adalah untuk kelangsungan hidupnya dimasa depan yang begitu menantang.
Proses pendidikan yang paling utama dalam hal ini adalah bagaimana seorang pendidik mengenal tingkat kecerdasan dan gaya belajar anak didiknya sehingga tidak terjadi lagi ucapan yang terlalu menyalahkan anak sebagai karunia terindah dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bakat dan kecerdasan yang mereka miliki, sebab lahirnya karakter dan kesuksesan sesorang berdasarkan kecerdasan yang dititipkan oleh tuhan sebagai kelebihan setiap hamba adalah dengan mengasah kemampuan seseorang melalui tipe kecerdasannya dan dengan gaya belajar yang dimiliki masing-masing individu artinya setiap anak atau manusia terlahir kedunia pasti memiliki kemampuan yang berbeda semua kembali kepada bagaimana cara kita dalam mengolah atau mengasah perangkat kecerdasan yang anak anda miliki. .
Sebaiknya kita harus menghentikan keluhan terhadap anak-anak anda atau siswa-siswa anda yang ketika mengikuti proses pembelajaran memiliki kebiasan yang lain dari pada yang lain, maka sikapilah hal ini dengan fositif mungkin saja anda yang belum memahami tipe kecerdasan mereka atau mereka memiliki beberapa kecerdasan dalam dirinya yang membuat anda merasa bingung dalam mengatasi keaktifan sifat dan sikap mereka. Untuk itu bagi para orang tua dan guru harus lebih mengenal anak anda dari sudut kecerdasan dan gaya belajar mereka jika anda menginginkan anak anda sukses dalam proses belajar mengajar atau pun dalam proses pembentukan karakter anak anda, melalui tipe kecerdasan anak anda, seperti :
1. Linguistik verbal
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan lingusitik verbal ini seperti;
· Dalam usia 3 bulan anak yang memiliki kecerdasan linguistic verbal ini sudah mampu menaruh minat pada orang yang berbicara dengannya.
· Mampu mengucapkan kata “ma, pa, num, mam” pada usianya yang masih berkisar 6 bulan.
· Mampu mengikuti perintah dan larangan yang sederhana pada usianya sekitar 6 bulan, sperti; ayo..tunjukkan mana bibirmu pada mama”
· Mempunyai 200 perbendaharaan kata pada usianya masih berumur 1 tahun
· Mampu mengkombinasikan dua atau tiga   kata dalam ucapannya dengan jelas seperti; “mau makan  ma”, dan pada usia 3 tahun anak yang lingusitik verbal ini telah mampu mengucapkan kalimat-kalimat pendek
· Pada usianya yang masih berumur 2 tahun, dia telah mampu berbicara dengan artikulasi yang jelas sehingga orang yang mendengarkannya mengerti apa yang dibicarakannya
· Pada usianya berumur 4 tahun dia telah mampau merbicara dengan kalimat yang jelas dan lengkap susunan penempatan katanya, mulai dari subjek, prediket dan objeknya secara sempurna
· Diusianya sekitar 5 tahun, dia telah mampu merangkai cerita yang sederhana, bahkan menuliskannya
· Pada usia 6 tahun, dia sangat menyenangi kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa seperti; menulis, membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyususn kata-kata mutiara dsb.
· Dan anak-anak yang memiliki kecerdasan lingustik verbal ini cenderung memiliki daya ingat yang kuat dan memiliki argumentasi yang sangat menonjol
2. Logis Matematis
Cirri-ciri anak yang memiliki tipe kecerdasan Logis matematis ini, seperti :
· Kegemarannya atau ketertarikannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan metematika dan peristiwa ilmiah
· Memiliki suatu komponen yang khas yakni sebagai suatu kepekaan dan kemampuan untuk membadakan pola logika atau nomerik
· Mampu menangani rangkaian penalaran yang penjang
· Pada usianya sekitar 2-4 tahun senang sekali menghitung benda-benda disekelilingnya dan menghitung apa saja yang dilihatnya
3. Special Visual
Cirri-ciri anak  yang memiliki tipe kecerdasan special visual ini, seperti:
· Sangat senang bermain dengan bentuk dan ruang, seperti pazel dan balok
· Sangat hafal dengan jalan atau tempat yang pernah dilewatinya
· Tidak begitu banyak bicara, kegiatanya lebih banyak mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan abstraksi ruang seperti; mencoret-coret, mewarnai, bermain pazel, menyusun balok dll
· Memilik problem solving yang lebih baik dari anak-anak lainnya, disebabkan dia telah mampu membayangkan sesuatu yang akan terjadi setelahnya
· Sangat senang mengukur sesuatu dengan alat sederhana yang ditemukannya atau dengan anggota tubuhnya sendiri seperti; menjengkal atau melangkah, mengukur panjang atau pendek, besar kecil, jauh atau dekat, dsb
· Mampu menagkap fikiran atau jarak sperti; jika berlari dia mampu untuk tidak menabrak sesuatu yang ada disamping atau didepannya
· Memiliki perhatian yang tinggi terhadap detil
4. Musical
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan musical ini, seperti;
· Memilik kepekaan terhadap suara-suara, nada atau irama
· Terlihat sangat menikmati ketika bermain music atau mendengar music
· Sangat suka mendengarkan lagu dan music bahkan sampai mengoleksinya
· Sangat suka bersenandung atau bernyanyi
· Saat bersedih, tampak langsung berbahagia disaat mendengarkan lagu atau music
· Mampu menyebutkan kunci nada dengan tepat saat mendengarkan music
· Memiliki suara yang merdu dan mamapu mengingat syair dengan baik
5. Kinestetis Ragawi
Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan Kinestetik Ragawi, sperti;
· Selalu aktif terlihat sangat bisa diam sejenak, selalu saja melakukan sesuatu, bergerak aktif walaupun sedang duduk dan keadaan ini sudah terlihat sejak masih bayi
· Sangat menyukai kegiatan fisik, seperti ; melompat, kejar-kejaran, olahraga, bersepeda, gulat-gulatan dsb.
· Ketika melihat sesuatu atau mempelajari sesuatu sangat diharuskan bagi dia untuk menyentuh objek tersebut
· Terampil mengerjakan kerajinan tangan, seperti ; menjahit, membuat bentuk-bentuk dari lilin mainan dsb
· Suka dan dapat menirukan gerakan orang lain dengan baik
· Gemar bekerja dengan tanah liat, melukis dengan tangan atau bekerja dengan menggunakan anggota tubuh lainnya.
· Suka mengotak ngatik benda yang menarik baginya, seperti ; membongkar pasang mainan
6. Naturalis
Cirri-ciri anak yang memiliki tipe kecerdasan  naturalis ini, seperti ;
· Sangat menyukai berbagai kegiatan yang dilakukan diluar rumah
· Sangat menyukai aktivitas belajar diluar ruangan kelas dengan mengobservasi alam secara langsung
· Sengan bermain ditaman, kebun dan akrab dengan berbagai binatang peliharaan seperti; kucing, kelinci, anjing dsb.
· Menyukai aktivitas yang seru seperti ; berkemah, hiking, memancing, dan kegiatan rekreasi lainnya yang berhubungan dengan alam sperti ; pantai, laut, hutan dsb.
· Senang mengoleksi berbagai benda alam sperti ; keranag, batu-batuan, akar-akaran dsb
7. Interpersonal
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan interpersonal ini seperti ;
· Sangat memiliki empeti atau mampu memahami perasaan orang lain
· Sangat peka dengan situasi dan kondisi yang ada dan mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan pada masing-masing kondisi
· Bersikap asretf pada saat orang lain mencoba merampas haknya dan dia tahu apa yang harus dia lakukan
· Mampu mengemukakan kepentingan dan hak nya tanpa merugikan orang lain
· Dengan sifat mengalahnya ( bukan pasif) dia selalu membuat orang lain senang
· Sangat menjauhkan sifat egoisnya pada semua keinginannya pada tingkat tertinggi
· Dapat bekerjasama dengan baik dengan orang lain
· Anak mengetahui dengan jelas antara tugasnya dan yang bukan tugasnya
· Sangat terlihat jiwa kepemimpinan dalam dirinya
· Inisiatif dalam mengambil keputusan sangat baik
· Mampu menjadi mediator ( mendamaikan) dalam konflik
· Sangat mudah berteman, fleksibel, mudah bergaul, dan tidak pilih-pilih teman
8. Intrapersonal
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan Intrapersonal ini, seperti ;
· Terkesan sangat sulit diarahkan disebabkan mereka memiliki prinsip  diri yang kokoh
· Memiliki kemauan yang keras terhadap sesuatu yang dia inginkan
· Dengan sifatnya yang keras membuat orang lain susah dalam melemahkan argument atau pendapat yang dia keluarkan
· Dengan sifat kerasnya, sangat dijauhi oelh teman-temannya karena terkesan egois dan mau menang sendiri
· Agak sulit berteman dengan orang lain disebabkan sifat egonya
· Terkesan ingin selalu difahami dan bukan memahami
· Sangat seneitif terhadap perasaan orang lain dan lingkungan disekitarnya
9. Eksistensia
Cirri-cir anak yang memiliki kecerdasan Eksistensia ini, sperti ;
· Memiliki spiritual question yang menonjol
· Baik terhadap sesama dan rajin menjalankan ibadah
· Ramah, sopan, dan baik kepada siapapun, hal ini terlihat ketika dia berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya
· Sangat menjaga rahasia dan sangat tidak pernah membuka aib orang lain
Dari apa yang telah dipaparkan diatas dapat memberi pemahaman  dalam mengasah tipe keceradasan anak-anak anda menurut kecerdasan yang lebih dominan dalam diri mereka dan setiap anak akan memiliki lebih dari satu kecerdasan. Untuk itu manfaatkanlah setiap situasi dalam mendidik anak anda menurut tipe kecerdasannya. Tak berhenti sampai disitu, agar lebih melengkapi cara kita dalam mendidik atau memberi pengajaran pada buah hati anda maka diperlukan pula gaya belajar yang mereka miliki masing-masing. Setiap anak atau pada umunya manusia memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dan hal itu pulalah terlihat sebagai pelancar sekaligus penghambat  proses penyerapan ilmu yang dijarkan. Sebab apabila seorang pendidik tidak memahami gaya belajar anak didiknya maka akan berdampak negative terhadap perkembangan kecerdasannya. Tak heran jika banyak para pendidik mengeluhkan nilai yang tidak tidak mencapai KKM sebagai target setiap proses belajar mengajar. Namun sebaliknya apabila seorang pendidik dapat memahami gaya belajar anak didik mereka maka kesuksesan berada ditangan mereka dalam mendidik dan mentranfer ilmu.
Untuk itu secara ringkas kita akan menjelaskan beberapa tipe atau gaya belajar anak atau manusia pada umumnya dalam menimba ilmu sebagai alat pembentuk karakter dan kecerdasan  terbaik bagi buah hati anda sebagaimana yang akan dipaparkan dibawah ini:
1. Auditory ( learning by hearing)
Adalah belajar dengan gaya mendengarkan guru yang mengajarkan suatu pelajaran. Ciri dari anak yang belajar dengan gaya belajar ini adalah anak sangat suka belajar melalui ceramah, diskusi, dan pembacaan pelajaran dengan jelas dan suara keras. Anak yang menggunkan gaya belajar ini dapat mengingat dengan baik jika mendengarkan atau membaca suatu materi pelajaran dengan suara keras, untuk itu para guru ataupun orang tua harus benar-benar mengenal gaya belajar anak tipe auditory ini.
2. Visual ( Learning by seeng)
Adalah strategi belajar dengan menggunkan indra penglihatan atau melihat. Anak yang belajar dengan gaya belajar ini dapat belajar dengan baik dan tertib serta mengingat dengan baik jika proses pembelajaran itu dengan melihat gambar, peta, table, infokus, serta materi pelajaran secara lansung.
3. Kinesthetic ( learning by doing)
Adalah strategi belajar dengan melakukan ( langsung berbuat) artinya dengan langsung melakukan atau setidaknya menggunakan gerakan saat belajar atau mengajarkan suatu materi pelajaran. Anak sangat senang belajar dengan berusaha mengalami dan mencoba sendiri, serta mengoptimalkan semua indra, seperti indra penglihatan, pendengaran, dan peraba.
Untuk itu para guru atau orang tua harus memahami gaya belajar untuk anak-anak didiknya. Seperti guru kelas atau bidang studi apabila dalam proses belajar mengajar harus menggunakan ketiga gaya belajar ini agar setiap anak dapat mengerti dan memahami dengan ingatan yang kuat pelajaran yang disampaikan, contoh ketika seorang guru sedang mengajar dikelas sebaiknyalah guru tersebut lebih aktif dalam menjelaskan dengan metode ceramah, media pembelajaran visual, dan gerakan-gerakan yang melambangkan materi pokok  atau poin-poin penting yang sedang dipelajari. Dan apabila ingin lebih sempurna lagi maka terapkanlah PAIKEM ( Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, efektif dan menyenangkan) dalam proses belajar mengajar disekolah maupun dirumah. Semoga bermanfaat
.

Selasa, 12 Februari 2013

guru LES privat Matematika ke rumah SD SMP SMA


Guru Les Privat ke Rumah sudah menjadi kebutuhan untuk meningkat prestasi belajar, beragam les privat yang diambil dan tingkatan mulai dari les privat TK, Les privat SD, Les privat SMP, Les Privat SMA bahkan untuk mahasiswa dan Karyawan. Secara Umum orang tua atau siswa membutuhkan guru les ke rumah untuk mata pelajaran matematika, bahasa inggris, materi sains seperti fisika, kimia, beberapa sekolah yang mengajarkan bahasa asing seperti mandarin , bahasa jerman maupu perancis.

Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan memberikan les privat ke rumah untuk TK SD SMP SMA UMUM Mahasiswa maupun karyawan, diantaranya :
1) Belajar menjadi lebih fokus
2) Belajar menjadi lebih santai dan terbuka, siswa dapat mengutarakan kesulitannya
3) Guru LES dapat memantau secara detail kemampuan serta pemahaman siswa tershadap suatu materi
4) Keamanan terjamin karena siswa tidak perlu ke luar rumah, data base guru ada pada  lembaga dan bisa dipertanggungjawabkan.
5) jadwal lebih flesksibel

Kami Zigma Private adalah lembaga penyedia guru les datang ke rumah yang baik dan terpercaya, guru-guru kami terdiri dari mahasiswa, guru sekolah, guru bimbel dari universitas negeri  di jakarta seperti UNJ (IKIP), UI, UIN, dan swasta, jumlah murid yang terdaftar di zigma privat lebih dari 400 siswa dari berbagai sekolah negeri maupun swasta.

Pendaftran dapat melalui telepon : 
021 - 884 65 95

via sms dengan format : 
Daftar _ nama ortu, nama siswa, alamat, kelas, mat pel, jadwal
ke nomor 0856 166 2336 - 0819 08 996 357  (24 JAM)

Bebas biaya pendaftaran

Biaya sudah termasuk transport

Jumat, 25 Januari 2013

Les Privat Matematika ke Rumah - Guru les Matematika SD SMP SMA ke rumah


Butuh Guru les privat Matematika Ke rumah di jakarta dan sekitarnya ?

Zigma Private
Penyedia guru les , guru privat, guru ke rumah di jakarta yang baik dan terpercaya

Melayani Les privat matematika, les privat fisika, kimia, biologi , Bahasa inggris, mandarin 
untuk jenjang TK SD SMP SMA 
kurikulum nasional, nasional plus, cambride, IB, Australia, Singapur

Hubungi kami 
021-8846595  Call only 08.00 - 20.00
0856 1662336 / 0819 08 996357 call/sms 24 hours

website

BEBAS BIAYA PENDAFTARAN

Rabu, 23 Januari 2013

les privat matematika ke rumah, les matematika sd smp sma


Belajar Matematika yang Menyenangkan
les privat matematika sd, les privat matematika smp, les privat matematika sma, guru les matematika ke rumah, guru privat matematika ke rumah
les privat matematika ke rumah
Setiap orang memiliki cara yang unik dalam belajar yang mungkin saja antara yang satu dengan yang lainnya saling berbeda. Oleh sebab tidaklah benar andai dikatakan bahwa model belajar yang satu lebih unggul dibanding model belajar yang lain. Semua tergantung dengan kebiasaan dan potensi masing-masing. Seseorang memang selalu memiliki kecenderungan terhadap model atau cara belajar tertentu. Apakah itu visual, auditorial ataupun kinestetik.
Dalam tulisan ini saya akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda ikuti ketika belajar matematika. Beberapa tips mungkin saja cocok dengan Anda, tetapi mungkin juga beberapa tips yang lainnya kurang cocok. Tidak ada yang salah dengan hal itu! Yang perlu diperhatikan adalah Anda tahu potensi dan posisi atau cara dan model belajar yang cocok dan Anda rasakan berguna unntuk mendapatkan hasil belajar yang optimal.

Belajar Matematika tidak Seperti Menonton Olah Raga

Anda tidak bisa belajar matematika cukup dengan hanya datang ke kelas, melihat guru menerangkan lalu mengerjakan soal. Tetapi lebih dari itu, Anda harus terlibat aktif di dalam setiap proses pembelajaran. Selain datang dan hadir di ruangan kelas ketika pembelajaran berlangsung, Anda juga harus selalu memperhatikan apa yang sedang dijelaskan, membuat catatan setiap materi dengan baik dan tersusun rapih, mengerjakan beberapa pekerjaan rumah meskipun tidak diwajibkan oleh guru. Anda juga perlu belajar dalam jadwal yang teratur, tidak hanya belajar ketika akan diadakan tes. Seperti itulah proses belajar yangn harus Anda lalui.
Pada kenyataannya seringkali kebanyakan siswa sekolah bahkan seorang mahasiswa sekalipun, belajar lebih keras hanya ketika mereka akan menghadapi tes matematika. Sementara di lain waktu dia tidak pernah mengulangi pelajaran yang diterimanya di kelas. Belajar demikian tentunya tidak akan berhasil optimal.

Memahami Prinsip Dasar itu Penting

Walaupun ada saatnya Anda perlu menghapal beberapa bagian ketika belajar matematika, tetapi matematika bukanlah pelajaran hapalan. Sehingga untuk menguasai beberapa konsep matematika, menghapal rumus itu tidaklah cukup. Tentu berbeda halnya ketika Anda akan menghadapi tes pelajaran sejarah. Cukup menghapal nama, kejadian atau peristiwa sejarah atau waktu berupa sekumpulan tanggal, bulan dan tahun, sepertinya Anda bisa melewati tes itu dengan baik.
Selain menghapal beberapa rumus, Anda juga perlu mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan rumus itu, termasuk darimana rumus itu ditemukan (penurunannya), atau batasan-batasan apa saja yang harus dipenuhi agar rumus itu bisa digunakan dengan tepat.
Beberapa rumus seringkali bersifat umum, sehingga diperlukan identifikasi dan analisa jika ingin menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan sebuah persoalan terkait. Jika Anda tidak memahami bagaimana rumus itu bekerja dan prinsip-prinsip yang ada dibalik rumus itu, bukan tidak mungkin menggunakan rumus justru menjadi terasa lebih sulit. Anda harus mengingat dan memperhatikan itu, atau malah Anda hanya akan mendapatkan jawaban yang keliru.

Matematika itu Ilmu Terstruktur

Matematika adalah ilmu terstruktur dan bertingkat. Hampir semua materi matematika yang akan Anda pelajari itu saling berkaitan. Untuk bisa memahami beberapa konsep lebih tinggi diperlukan pemahaman terhadap konsep di bawahnya. Sehingga agar tidak bermasalah dengan beberapa konsep di level yang lebih tinggi, konsep-konsep di level sebelumnya itu harus dikuasai dan tidak boleh dilupakan.
Ketiga hal di atas adalah hal utama yang harus Anda perhatikan ketika belajar matematika. Tips di atas tentunya tidak hanya berlaku bagi siswa sekolah, tapi berlaku bagi siapa saja yang ingin belajar matematika di luar sekolah (Homeschooling). Jika ada tips lain yang ingin Anda tambahkan, Anda bisa menuliskannya di kolom komentar. Semoga berguna!

Matematika Sekolah - Les Privat Matematika

Matematika Sekolah 
les privat matematika ke rumah, guru privat matematika ke rumah, guru les matematika ke rumah, 
les privat matematika
Matematika yang diajarkan di jenjang persekolahan seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas disebut matematika sekolah. Penyajian matematika sekolah disesuaikan dengan karakteristik siswa. pola pikir matematika sebagai ilmu adalah deduktif, sifat atau teorema yang ditemukan secara induktif , selanjutnya harus dibuktikan secara deduktif.

Namun dalam matematika sekolah pola pikir induktif dapat digunakan dengan maksud menyesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa Dalam National Council of Teachers of Mathematics (2000: 11) terdapat enam prinsip matematika sekolah mencakup lingkup:
1) Kejujuran. Keunggulan dalam pendidikan matematika memerlukan kejujuran, harapan, dan dukungan yang kuat bagi siswa.
2) Kurikulum. Kurikulum bukan hanya sekedar kumpulan aktivitas, kurikulum harus koheren, berpusat pada pentingnya matematika, dan dijabarkan dengan baik pada tiap kelas.
3) Pengajaran. Pengajaran matematika yang efektif membutuhkan pemahaman tentang apa yang diketahui siswa dan apa yang diperlukan siswa serta mendukung siswa mempelajarinya dengan baik.
4) Pembelajaran. Siswa harus belajar matematika dengan pemahaman, membangun pengetahuannya dari pengalaman.
5) Penilaian. Penilaian harus mendukung belajar dan memberi informasi bagi guru dan siswa.
6) Teknologi. Teknologi mempengaruhi matematika yang diajarkan dan meningkatkan belajar siswa.

 Ebbut dan Straker (Marsigit, 2007: 5-6) menguraikan hakikat matematika sekolah, matematika adalah kegiatan penelusuran pola dan hubungan; kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan; kegiatan problem solving; alat komunikasi. Implikasi dari pandangan bahwa matematika merupakan kegitan penelusuran pola dan hubungan adalah: memberikan kesempatan siswa untuk melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan pola-pola untuk menentukan hubungan; memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaaan dengan berbagai cara, mendorong siswa untuk menemukan adanya urutan, perbedaan, perbandingan dan pegelompokan; mendorong siswa menarik kesimpulan umum; dan membantu siswa memahami dan menemukan hubngan antara pengertian satu dengan yang lainnya.

Matematika adalah kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi dan penemuan. Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah: mendorong inisiatif dan memberi kesempatan berpikir berbeda; mendorong rasa ingin tahu, keinginan bertanya, kemampuan menyanggah dan kemampuan memperkirakan; menghargai penemuan yang di luar perkiraan sebagai hal yang bermanfaat; mendorong siswa menemukan struktur dan desain matematika; mendorong siswa menghargai penemuan siswa lainnya; mendorong siswa berfikir refleksif; dan tidak menyarankan penggunaan suatu metode tertentu.

Matematika adalah kegiatan problem solving, maka dalam pembelajaran matematika guru perlu menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya persoalan matematika, membantu siswa memecahakan persoalan matematika menggunakan caranya sendiri, membantu siswa mengetahui informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan matematika, mendorong siswa untuk berfikir logis, konsisten, sistematis dan mengembangkan sistem dokumentasi/catatan, mengembangkan kemampuan dan keterampilan untuk memecahkan persoalan, membantu siswa mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan berbagai alat peraga/media pendidikan matematika seperti jangka, kalkulator, dan sebagainya Impilikasi dari pandangan bahwa matematika sebagai alat komunikasi dalam pembelajaran adalah: mendorong siswa membuat contoh sifat matematika; mendorong siswa menjelaskan sifat matematika; mendorong siswa memberikan alasan perlunya kegiatan matematika; mendorong siswa membicarakan persoalan matematika; mendorong siswa membaca dan menulis matematika; menghargai bahasa ibu siswa dalam membicarakan matematika

sumber : http://mellyirzal.blogspot.com/2010/03/hakikat-matematika-sekolah.html